GM Distribusi Jatim Moch. Sulastyo memberikan penghargaan kepada Unit-unit di Area yang berhasil menurunkan susut di daerah masing-masing. Penghargaan tersebut diberikan usai menutup acara Out Bond yang diikuti oleh para pejabat dan karyawan di wilayah Distribusi Jatim belum lama ini di daerah Selorejo, Kabupaten Malang.

Foto Manajer APJ Jember Agus Kuswardoyo saat di wawancarai INFODIS
Menurutnya, penghargaan itu jangan dilihat nilainya tetapi harus dijadikan pemicu atau semangat agar ke depan nanti kinerja akan lebih baik lagi utamanya dalam menurunkan susut atau tunggakan dan juga dalam hal pelayanan kepada para pelanggan.
Dua unit yang diumumkan dari beberapa Unit yang diumumkan adalah UPJ Tempeh dan UPJ Klakah yang masuk dalam wilayah kerja APJ Jember. Kedua Unit tersebut dinilai Manajemen telah dapat melampui target kerja yakni menurunkan susut dan tunggakan.
Tidak salah kiranya kalau GM sampai mengumumkan karena untuk menggapai target itu tidak didapat dengan mudah, tetapi harus dilakukan dengan usaha dan bekerja keras. Dibalik pengumuman itu, tentunya juga ada harapan lain agar Unit-unit lain bisa mencontoh dan kalau perlu bisa lebih baik lagi.
Bagaimana Manajemen APJ Jember bisa merealisasikan target tersebut ? Manajer APJ Jember Agus Kuswardoyo dalam keterangannya kepada INFODIS mengungkapkan kalau pihaknya mendekati para karyawan dari hati ke hati. Ia sadar kalau kinerja yang telah dilakukan para karyawan selama ini cukup bagus. Namun untuk lebih baik lagi, maka semangat harus dibangkitkan kembali.
Pihaknya tidak akan mengejar-ngejar terus para karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya karena yang demikian ini sudah ada dalam komitmen kerja. Yang penting ia akan memantau dan mengevaluasi karena dalam kenyataannya karyawan paling bawahpun butuh perhatian. "Mereka akan saya ingatkan kalau kurang dan saya ketuk hatinya agar bekerja lebih serius lagi," tegasnya.
Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah kerja sama dengan media masa yang ada di Jember baik itu media cetak atau elektronika. Mereka diajak bicara bagaimana peran PLN untuk memberikan pasokan listrik kepada masyarakat. Ia mengaku untuk kepentingan tersebut pihaknya tidak punya apa-apa, tetapi dengan penjelasan secara fair maka semuanya bisa diajak kerja sama.
Agus juga menyediakan waktu bebas kapan saja dan dimana saja asal benar-benar longgar untuk media elektronika yang ingin melakukan interview secara langsung. "Saya sering on air dan selama ini tidak ada hambatan dalam kerja sama dengan teman-teman media disini," tambah pejabat yang pernah berkarier di salah satu kota di Makassar itu.

Kegiatan launching Listrik Pra Bayar PLN APJ Jember di Perumahan Bumi Tegal Besar, Jember pada tanggal 17 Januari
Dengan melakukan hubungan yang harmonis maka komunikasi antara PLN dengan masyarakat terus terjaga termasuk dalam hal pemberitaan baik yang sifatnya langkah-langkah PLN dalam memberikan info terbaru atau juga pemberian sanksi kepada para pelanggan yang melakukan pelanggaran.
Selain itu kerja sama dengan pihak Kejaksaan setempat juga mempunyai dampak bagi para pelanggan yang lain. Sebab kalau saja ada pelanggan nakal dalam hal ini sulit dalam hal realisasi tunggakan maka aparat kejaksaan akan memanggil yang bersangkutan.
Terus terang saja, lanjutnya, dengan kerja sama tersebut maka kerja kami sekarang lebih ringan. Secara pasti dan perlahan kantor APJ Jember mampu menurunkan susut dan tunggakan secara signifikan. "Sebenarnya saya juga ingin melakukan pendekatan secara budaya tetapi disini ternyata tidak bisa karena tidak mempunyai kebudayaan asli yang ditonjolkan.
Pada bagian lain penjelasannya dikemukakan kalau pengawasan utamanya tentang pelayanan teknik menjadi prioritas bagi Manajemen. Apalagi Dirut pernah melakukan pantauan langsung di Surabaya tentang padamnya listrik hingga 10 jam dan dilanjutkan dengan penulisan artikel dalam sebuah media cetak.
Oleh karena itu dengan tidak menunggu waktu lama Manajemen APJ Jember bergerak untuk membenahi kinerja utamanya masalah pelayanan teknik. Dengan melakukan pengawasan dengan langsung turun ke lapangan dan mendorong pekerja manakala ditemui hal-hal yang kurang berkenan maka segala permasalahan dapat diselesaikan dengan baik.
Dikemukakan, bahwasanya setelah diobrak-obrak maka permasalahan seperti pemadaman yang terjadi dengan waktu cukup lama sekarang tidak terjadi lagi. Dengan demikian ia menyimpulkan bahwanya pelayanan teknik harus dipantau terus dan tidak boleh lengah.
Tentang program Listrik Pra Bayar(LPB) pihaknya mengaku kalau masyarakat di Jember cukup antusias. Bahkan di salah satu RW di kawasan perumahan Tegal Besar, 80 persen pelanggannya sudah LPB setelah diberi sosialisasi. Kemudian juga di Kalisat yang telah melakukan pengajuan resmi pasang baru atau migrasi jumlahnya ada 550 orang.
Dengan kenyataan tersebut pihaknya akan mengembangkan LPB ke daerah-daerah perumahan militer dan juga kawasan yang mempunyai indikasi tunggakan tinggi. Pihaknya optimis dengan LPB daerah-daerah tersebut bisa menerimanya karena memang mudah memakainya dan bisa dikendalikan diri sendiri. "Kalau saja mesin dan meteran sudah datang kesini maka saya berani diberi target berapapun oleh Manajemen Distribusi," pungkasnya.(p)
bravo PLN APJ Jember....
saya personil PLN asal Jember (tugas di PLN Cab. Tahuna Ranting Siau) bener-bener salut ma prestasinya...
semoga saya segera bisa ikut partisipasi membangun kelistrikan Jember Terbina....
Manteb Gan,lanjut terus sosialisasinya semoga masyarakat sadar untuk berhemat energi...terutama mengefisienkan pemakaian listrik mereka masing- masing!dari Distribusi Cakranegara Lombok juga ga mau kalah gan succes untuk APJ Jember...bravo
bravo pak agus,,,,