DIRUT PLN DAHLAN ISKAN: "DENGAN LISTRIK PRA BAYAR, KELUHAN PELANGGAN BISA TERSELESAIKAN"

Launching LPB di ds. Sruni Gedangan dihadiri para masyarakat di sekitarnya
Penggunaan Listrik Pra Bayar(LPB) di masa mendatang tampaknya mendapatkan salah satu prioritas utama dari kebijakan Manajemen PLN. Sebab dengan menggunakan LPB, masyarakat banyak diuntungkan karena tidak akan terganggu oleh berbagai permasalahan seperti pencatatan meter, operasi P2TL dan lain-lain.
Oleh karena itu Manajemen berkepentingan agar masyarakat memanfaatkan pemakaian LPB untuk keperluan sehari-hari. Untuk itulah dilakukan langkah tepat untuk mensosialisasikan kebijakan tersebut, yakni me-launching penggunaan LPB secara nasional yang dipusatkan di pondok pesantren Al-Barokah Desa Sruni, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo Jum'at(5/2).
Dalam acara itu Bupati Sidoarjo Win Hendarso berkenan memencet tombol tanda dimulainya percontohan kawasan pelanggan LPB. Ikut menyaksikan diantaranya adalah Dirut PT.PLN (Persero) Dahlan Iskan, Direktur Operasional Jawa-Bali I G Ngurah Adnyana, GM Distribusi Jatim Moch. Sulastyo, para Manajer Bidang, para Manajer Area, Pemda Kab. Sidoarjo dan para undangan lainnya.
Menurut Dirut, kebijakan menggunakan program LPB akan dikembangkan ke propinsi lain sesuai dengan target Manajemen yakni pada 2 tahun mendatang(2012) jumlah konsumen bisa mencapai 50 persen setiap propinsi. "Desa Sruni merupakan yang pertama untuk launching percontohan LPB dan saya harapkan kepala desa setempat bisa memberikan informasi kepada kades yang lain tentang manfaat dan kegunaannya," katanya.
Ditegaskan pula, penggunaan LPB bisa menekan keluhan di kalangan konsumen seperti pencurian listrik atau terganggunya aktifitas pencatatan meter. Dengan menggunakan LPB maka keluhan pelanggan bisa terselesaikan sampai 99 persen.
Seiring dengan kebijakan dari Manajemen tersebut maka dalam waktu tidak lama akan dilakukan pembicaraan dengan para industri yang memproduksi meteran listrik untuk mengalihkan produksinya ke meteran LPB.

Dirut PLN menandatangani prasasti LPB di Ds. Sruni Kec. Gedangan Kab. Sidoarjo
Pada bagian lain sambutannya Dahlan juga menekankan kalau pihaknya saat ini masih fokus pada pembenahan dari hulu terlebih dahulu. Oleh karena itu ia tidak berani menjanjikan sesuatu kepada masyarakat karena bisa menimbulkan kekecewaan manakala tidak dapat direalisasikan.
Disebutkan kalau pembangunan beberapa pembangkit yang menggunakan gas seperti yang terjadi di Grati Pasuruan dan Gresik tidak efektif dalam hal biaya operasional. Pembangkit disana pada kenyataannya tidak menggunakan gas tetapi menggunakan solar yang nota bene harganya lebih mahal.
Kedepan pembangkit tersebut tidak akan menggunakan solar tetapi menggunakan gas. Dengan memakai gas maka ada penghematan sebesar Rp 15 trilyun setahun.
Dalam pada itu GM Distribusi Jatim Moch. Sulastyo mengatakan, program LPB yang ditawarkan kepada pelanggan dimaksudkan agar yang bersangkutan bisa mengendalikan pemakaian listrik sesuai dengan kebutuhan. Pelanggan baru atau migrasi dari pasca bayar dapat dengan mudah mengajukan pemasangan LPB dengan mendatangi kantor Area Pelayanan PLN terdekat.
Adapun manfaat LPB meliputi: Mudah memantau pemakaian listrik setiap saat, disiplin menggunakan listrik sesuai anggaran belanja, Tidak lagi terikat dengan pencatat meter maupun jadwal pembayaran, dapat membeli token di banyak tempat. Tidak ada istilah menunggak, sangsi pemutusan, biaya keterlambatan dan tidak dikenakan uang jaminan pelanggan.
Di Jatim LPB dimulai uji coba di rumah-rumah dinas PLN pada September 2009 dan dipasarkan sejak Nopember 2009 dan sementara ini diperuntukkan bagi pelanggan 1 phasa daya 450 VA ssampai dengan 5.500 VA.
Dalam program LPB Distribusi Jatim akan melakukan pemasangan untuk 9.644 pelanggan dari jumlah pelanggan PLN di Jatim sebanyak 7,1 juta pelanggan yang mencakup 172 RT dan 26 RW yang tersebar di 16 Area Pelayanan PLN.
Rincian dari 9.644 pelanggan yang akan dipasang LPB masing-masing adalah: APJ Bojonegoro 440 pelanggan, APJ Pasuruan 1107, APJ Mojokerto 512, APJ Madiun 660, APJ Situbondo 275, APJ Jember 667, APJ Banyuwangi 400, APJ Kediri 687, APJ Malang 616, APJ Pamekasan 942, APJ Surabaya Barat 33, APJ Surabaya Selatan 565, APJ Surabaya Utara 921, APJ Sidoarjo 979 dan APJ Ponorogo 102 pelanggan.
Guna mendukung keberhasilan program ini maka Manajemen telah bekerja sama dengan Bank BPRKS, Bukopin, BNI, PT Pos Indonesia dan OCBC NISP untuk menyiapkan outlet tempat penjualan token. "Kami melihat antusiasme dari pelanggan sangat baik karena banyak sekali manfaatnya. Listrik Pra Bayar, hemat listriknya, mudah caranya, banyak manfaatnya," demikian GM Distribusi Jatim Moch. Sulastyo.
kami ingin secepatnya bisa menikmati listrik prabayar, kapan kami bisa menikmati? IDPEL 516710774974
Selamat buat Bpk Dahlan Iskan... Smg bpk bisa membawa PLN lebih maju lagi..., bagi saya listrik PRABAYAR memberikan KEADILAN bagi kita smua! Maju terus PLN......
kami harap listrik di ponorogo jangan sering mati lagi,
karena dapat merugikan pihak masyarkt,khusus jl. semeru dan di warnet *******.
Sangat enak LPB saya udah pasang tapi saya mau tanya tarif LPB sama tdk tiap daya untuk i kwh ?
terima kasih LPB nya tapi TOKEN nya cepat diluncurkan
Kepada DURROTUN NAFISAH, di banyuwangi.
Lebih baik pakai yg pasca bayar saja pak. Biaya TDL nya lebih murah. Jika rata2 per bulan biasa nya bapak bayar tidak lebih dari Rp 100rb, maka kalau pakai listrik pra bayar kemungkinan akan malah bisa lebih dari 100Rb bayar nya.
ttg Listrik Prabayar,Bagaimana prosedurnya pengajuan beralih dari Meteran ke LPB secara masal,misalnya seperti di desa Sruni,Gedangan,Sidoarjo.
Matur nuwun,Maju terus PLN......,pangkas terrus kebocoran.
Kami sebagai konsumen sangat mendukung usaha PLN dalam mengupayakan Indonesia terlistriki tahun 2012. berharap pemakaian lPB di daerah kami hanya mencakup daya 1300 ke atas sedangkan daya 450 & 900 tidak bisa......knp???????