Klik untuk memperbesar

HALAMAN DEPAN
DARI REDAKSI
ARAHAN MANAJEMEN
BERITA UTAMA
INFO DISTRIBUSI
INFO AREA
MITRA BINAAN
SUARA HUMAS
BERITA FOTO

LINK
  • PLN JATIM WEBSITE
  • FOKUS

  • LAIN-LAIN
  • Pengurus
  • Arsip
  • Buku Tamu

  • REDAKSI
    Alamat :
    Embong Trengguli 19-21
    Surabaya


    Telepon :
    (031) 5340651 - 55
    ext 716


    Fax :
    (031) 5318294

    Website :
    http://infodis.pln-jatim.co.id

    E-Mail :
    humasjatim@pln.co.id

    Visitor
    307106
    Since July 20th, 2007
    [ ]
      Edisi : IV / 2010
     
    SOSIALISASI KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN
    Deputy Direktur Keselamatan Ketenagalistrikan

    Keselamatan ketenagalistrikan merupakan aspek yang harus diperhatikan secara khusus, sehingga dibutuhkan adanya sosialisasi ke semua tingkatan kepegawaian. Tidak hanya itu, keselamatan ketenaga listrikan akan meluas jangkauannya sampai dengan masyarakat umum.
    Dalam perkembangannya, PT. PLN (Persero) menyikapi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan khususnya dalam pasal 48 Undang-Undang No. 20 tahun 2002. Dimana didalamnya diatur tentang setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan mengenai keselamatan ketenagalistrikan meliputi standarisasi, pengamanan instalasi tenaga listrik, pengamanan pemanfaatan tenaga listrik, sertifikasi, dan verifikasi.
    Dalam rangka sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur yang disampaikan oleh Ir. Drs. Bambang Setiadi, MK3, Deputy Direktur Keselamatan Ketenagalistrikan, pada tanggal 20 Februari 2004, disampaikan bahwa, keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya penyelesaian kecelakaan tetapi lebih ditekankan pada aspek perlindungan dan pencegahan kecelakaan, dan bukan saja yang menimpa karyawan PLN saja tetapi meluas pada masyarakat umum.
    Menurut Bambang, keselamatan terbagi menjadi empat yaitu keselamatan kerja, keselamatan umum, keselamatan lingkungan dan keselamatan instalasi. Keselamatan kerja menurut definisinya adalah upaya untuk mewujudkan kondisi aman bagi pekerja dari bahaya yang ditimbulkan dari kegiatan instalasi milik perseroan (PT. PLN) dengan jalan memberikan perlindungan, pencegahan dan penyelesaian terhadap terjadinya kecelakaan yang dapat menimpa pekerja. Keselamatan umum didefinisikan sebagai upaya untuk mewujudkan kondisi aman bagi masyarakat umum dari bahaya yang ditimbulkan dari kegiatan instalasi dari kegiatan perseroan dengan jalan memberikan perlindungan, pencegahan dan penyelesaian terhadap terjadinya kecelakaan yang dapat menimpa masyarakat umum. Sedangkan keselamatan lingkungan didefinisikan sebagai upaya mewujudkan kondisi akrab lingkungan dengan memberikan perlindungan terhadap terjadinya pencemaran dan atau pencegahan terjadinya kerusakan lingkungan yang diakibatkan dari kegiatan instalasi perseroan. Dan keselamatan instalasi didefinisikan sebagai upaya mewujudkan kondisi andal dan aman bagi instalasi dengan memberikan perlindungan dan atau pencegahan serta pengamanan terhadap gangguan yang mengakibatkan instalasi milik perseroan berfungsi tidak normal atau tidak dapat beroperasi.
    Lebih lanjut Bambang juga menjelaskan, bahwa kecelakaan secara teoritis disebab–kan pada perilaku berbahaya dan kondisi berbahaya. Seringkali kecelakaan disebabkan oleh ketimpangan sistem kerja yang meliputi ketimpangan tenaga kerja, ketimpangan manajemen dan ketimpangan pada peralatan atau kondisi kerja.
    Pada dasarnya kerugian yang ditimbulkan dari sebuah kecelakaan tidak hanya sebatas biaya perawatan, pengobatan, ganti rugi dan lain sebagainya, tetapi lebih dari itu yang berimbas kepada perusahaan seperti kehilangan jam kerja, pergantian tenaga kerja, kerugian produksi, lembur dan lain-lain.
    Perlindungan dan pencegahan kecelakaan lebih banyak ditekankan pada menerapkan teknik keselamatan pada perencanaan dan pelaksanaan kerja dan menerapkan pengendalian keselamatan yang meliputi pertama adalah pengendalian teknis terhadap lingkungan kerja dan instalasi serta peralatan kerja, kedua adalah pengendalian administrasi terhadap cara kerja seperti menerapkan prosedur kerja, membuat prosedur tetap bagi kegiatan yang berulang atau SOP dan ketiga adalah pengendalian personil terhadap tenaga kerja dengan memberikan motivasi untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan, penggunaan alat pelindung dan lain sebagainya.
    Bambang juga memberikan gambaran tentang kisi-kisi keselamatan ketenaga–listrikan dimana komitmennya tertuang dalam pasal 48 Undang-Undang No. 20 tahun 2002, yang mempunyai visi instalasi tenaga listrik yang aman, andal dan akrab lingkungan dan memiliki standarisasi. Implementasinya memiliki empat jalur yang terwujud dalam keselamatan kerja, keselamatan umum, keselamatan lingkungan dan keselamatan instalasi. Adapun perlindungannya meliputi pekerja, masyarakat umum, lingkungan instalasi dan instalasi penyediaan tenaga listrik. Pencegahannya ditekankan pada kecelakaan kerja, kecelakaan masyarakat umum, pencemaran dan kerusakan atau kebakaran instalasi. Itu semua memiliki persyaratan-persyaratan seperti alat pelindung diri, tanda peringatan dan larangan, wajib amdal dan sertifikasi.
    Kecelakaan kerja juga menimbulkan sangsi pidana seperti yang telah diatur dalam pasal 62 (UU No.20 tahun 2002) yang memuat tentang kelalaian yang menyebabkan matinya seseorang karena tenaga listrik baik oleh perseorangan atau pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik diancam dengan pidana penjara dan denda.
    Sisi lain dari jenis kecelakaan, termasuk didalamnya adalah penyakit yang timbul karena hubungan kerja, yaitu penyakit yang diderita oleh pekerja yang disebabkan karena pekerjaan atau lingkungan kerja dan harus dibuktikan dengan laporan dari tim pemeriksa kecelakaan dengan dilampiri surat keterangan dari majelis penguji kesehatan yang ditunjuk oleh perseroan.
    Dan salah satu yang tidak kalah penting, menurut Bambang, adalah pence–gahan dan penanggulangan kebakaran seperti dengan pengamanan sumber panas atau api, pengamanan bahan yang mudah meledak baik itu padat, cair ataupun bahan gas dan pengamanan peralatan yang mudah terbakar atau meledak seperti tangki, katup pengaman dan lain sebagainya.
    Diharapkan dari sosialisai kali ini, seluruh jajaran PT. PLN (Persero) memahami betul akan proses perlindungan dan pencegahan serta penyelesaian kecelakaan yang tidak hanya yang terjadi pada pekerja saja melainkan juga pada masyarakat umum.**)And
    Komentar untuk "SOSIALISASI KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN"
    Tinggalkan komentar anda




     
    © 2007 PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur.