Klik untuk memperbesar

HALAMAN DEPAN
DARI REDAKSI
ARAHAN MANAJEMEN
BERITA UTAMA
INFO DISTRIBUSI
INFO AREA
MITRA BINAAN
SUARA HUMAS
BERITA FOTO

LINK
  • PLN JATIM WEBSITE
  • FOKUS

  • LAIN-LAIN
  • Pengurus
  • Arsip
  • Buku Tamu

  • REDAKSI
    Alamat :
    Embong Trengguli 19-21
    Surabaya


    Telepon :
    (031) 5340651 - 55
    ext 716


    Fax :
    (031) 5318294

    Website :
    http://infodis.pln-jatim.co.id

    E-Mail :
    humasjatim@pln.co.id

    Visitor
    307447
    Since July 20th, 2007
    [ ]
      Edisi : IV / 2010
     
    PENERAPAN KRITERIA MALCOLM BALDRIGE UNTUK KEMAJUAN PLN DI MASA MENDATANG

    Oleh: Agus Widayanto (Corporate Speaker Distribusi Jatim)

    PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara sadar memiliki tanggung jawab terhadap pelayanan publik (PSO). Oleh karena itu PLN selalu memperhatikan kinerja organisasinya agar dapat meningkatkan kinerja pelayanan kepada pelanggan. Bagaimana PLN bisa mengukur kinerja organisasi yang telah dicapai ? Berbagai cara telah ditempuh, antara lain memberlakukan Target Kinerja melalui pengukuran KPI (Key Performance Indicator), menerapkan ISO dan lain-lain, yang terakhir mulai tahun 2007 yang lalu PLN secara Korporat menerapkan Malcolm Baldridge Criteria, dan pada tahun 2009 diterapkan untuk seluruh unit-unit PLN di Indonesia, termasuk diantaranya adalah PT PLN (Persero) Distribusi Jatim.

    Diawali pada tahun 1987 yang lalu, untuk pertama kalinya kriteria Malcolm Baldrige digunakan oleh banyak perusahaan di dunia. Dengan menerapkan kriteria tersebut, maka perusahaan yang bersangkutan dapat memotret perusahaan secara utuh. Ya, dengan kriteria Malcolm Baldridge akan bisa diketahui kondisi perusahaan termasuk kinerja mulai dari bawahan sampai top manajemen.

    Artinya, perusahaan yang menerapkannya akan bisa menganalisis secara komprehensif sehingga bisa diketahui kekuatan-kekuatan (strength) yang dimiliki oleh suatu perusahaan maupun peluang-peluang yang masih mungkin untuk dilakukan perbaikan (opportunity for improvement). Analisa yang dilakukan meliputi 7 kriteria, yaitu 1. Leadership, 2. Strategic Planning, 3. Customer Focus, 4. Measurement, Analysis And Knowledge Management, 5. Workforce Focus, 6. Process Management dan 7. Results. Dengan demikian bila perusahaan itu mau melakukan perbaikan-perbaikan secara terus-menerus dan berkelanjutan maka pada akhirnya perusahaan itu akan menjadi perusahaan dengan performance excellence. Kriteria Malcolm Balgrige diyakini dapat membantu organisasi memperbaiki kinerjanya dengan menggunakan pendekatan terpadu berdasarkan tujuh katagori tersebut.

    PLN menerapkan kriteria ini bukan hanya sekadar untuk menilai unjuk kerja organisasi tetapi lebih bertujuan memperbaiki kinerja perusahaan menuju Perusahaan kelas dunia yang excellent sehingga dapat survive, bersaing, unggul serta berkelanjutan.

    Perusahaan yang menerapkan kriteria Malcolm Baldridge akan dilakukan penilaian (assessment) sehingga dapat diketahui berapa skor yang dimiliki oleh perusahaan tersebut, dari skor tersebut dapat diketahui pada level mana perusahaan tersebut berada bila dibanding dengan perusahaan lain yang ada di dunia.

    PLN melakukan Self Assessment terhadap unit-unitnya di Indonesia bekerjama dengan Indonesian Quality Award Foundation (IQAF). IQAF adalah suatu institusi yang selama ini melakukan penilaian terhadap BUMN-BUMN yang menerapkan Malcolm Baldrige Criteria. Dan saat ini (Agustus 2009) tim examiner PLN-IQAF sedang melakukan assessment di PLN Distribusi Jatim.

    PLN akan menggunakan strategi ini untuk perbaikan organisasi dan proses bisnis secara kontinyu, sehingga akan diperoleh organiasi yang efektif, efisien serta sehat yang akan memberi manfaat lebih bagi seluruh stakeholder.(*)

    Komentar untuk "PENERAPAN KRITERIA MALCOLM BALDRIGE UNTUK KEMAJUAN PLN DI MASA MENDATANG"
    Tinggalkan komentar anda




     
    2007 PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur.